Satu hal yang saya rasakan sangat berbeda dengan studi di Indonesia adalah seminar course. Saat kuliah di Indonesia, seminar tidak dilakukan secara rutin. Bisa satu dua bulan sekali.
Di Taiwan, seminar merupakan salah satu course “wajib”, terutama untuk graduate student (master dan PhD), dan itu pasti ada di setiap semester. Mereka selalu mendatangkan pembicara tamu tiap minggunya, bisa prof dari universitas lain (mungkin dari luar negeri), para praktisi industri, atau para peneliti, dengan topik/area yang selalu berubah setiap minggunya. Jadi, terkadang menarik untuk diikuti jika sangat berkaitan dengan topik riset kita, namun bisa juga membosankan jika topiknya tidak berhubungan.
Seminar course ini yang dilakukan secara rutin ini sangat baik sekali menurut saya. Selain menambah wawasan, mahasiswa dapat semakin mengenal kondisi dan keadaan real world dengan adanya pembicara dari praktisi industri atau para peneliti non-akademik. Dan, jika pembicaranya adalah prof dari universitas lain, mahasiswa dapat saling bertukar ilmu dengan pembicara. Karena dilakukan secara rutin, paling tidak setiap minggunya ada hal baru yang bisa diperoleh.
Btw, pembicara seminar course saya minggu lalu adalah Prof. Chih-Jen Lin. Yang pernah bermain-main dengan SVM pasti tahu orang ini, orang ini sangat terkenal di Taiwan . Sangat menarik karena topiknya memang sesuai dengan interest saya, machine learning. Beliau berbicara tentang Machine Learning: Status & Challenge. Memang agak introduction level karena yang mendengarkan juga bukan cuma orang machine learning, namun sangat menarik melihat aplikasi dan permasalahan yang dihadapi machine learning saat ini.